Senin, 10 Maret 2014

Menurunnya rasa malu di masa kini


    Di televisi masyarakat sering kali menyaksikan acara televisi khususnya berita mengenai perkembangan politik di negara kita ini. Salah satunya mengenai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang pada saat rapat selalu tidak lengkap anggotanya. Di Ruangan rapat anggota DPR/DPRD banyak sekali tempat duduk yang kosong, entah ada urusan apa tetapi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat setidaknya mereka harus mengutamakan kepentingan rakyat. Belum lagi sering kali saat rapat beberapa orang menguap dengan lebarnya karena mengantuk, ada pula yang tidur-tiduran, bahkan yang lebih parahnya ada yang menonton film porno ketika rapat sedang berjalan. Sedih juga rasanya melihat kelakuan Dewan Perwakilan Rakyat yang seperti itu. Padahal mereka semua digaji besar dari uang rakyatnya atau bahkan digaji dari uang pajak yang setiap bulannya dibayar oleh rakyat. Belum lagi banyak juga anggota Dewan yang terlibat dalam kasus korupsi, entah berapa banyak uang yang mereka ambil yang merupakan uang rakyat juga. Para koruptor yang telah menilap dan merugikan uang negara masih bisa tersenyum ketika para wartawan dari berbagai stasiun televisi menyorot wajahnya. Namun mereka tidak merasa malu disaksikan jutaan orang atas tindakan mereka, mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat yang tidak berkonsentrasi dalam rapat sampai para terdakwa koruptor yang bahkan tidak merasa bersalah dengan tindakannya. Di zaman seperti ini, istilah malu mungkin hanya slogan. Orang-orang yang masih memiliki rasa malu mungkin tidak banyak dan bisa dikatakan langka. Yang ada justru sebaliknya. Yang dapat kita jumpai di hampir semua lapisan sosial baik individu, keluarga, atau juga masyarakat. Rasa malu di negara kita ini sepertinya sudah menurun, maka dari itu jangan buat rasa malu yang kita miliki lebih menurun lagi karena kalau rasa malu itu sudah menurun lagi, itu akan mengakibatkan kita tidak akan memiliki rasa malu sama sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar