Di televisi masyarakat sering kali menyaksikan acara televisi
khususnya berita mengenai perkembangan politik di negara kita ini. Salah
satunya mengenai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) yang pada saat rapat selalu tidak lengkap anggotanya. Di
Ruangan rapat anggota DPR/DPRD banyak sekali tempat duduk yang kosong, entah
ada urusan apa tetapi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat setidaknya mereka harus
mengutamakan kepentingan rakyat. Belum lagi sering kali saat rapat beberapa
orang menguap dengan lebarnya karena mengantuk, ada pula yang tidur-tiduran,
bahkan yang lebih parahnya ada yang menonton film porno ketika rapat sedang
berjalan. Sedih juga rasanya melihat kelakuan Dewan Perwakilan Rakyat yang
seperti itu. Padahal mereka semua digaji besar dari uang rakyatnya atau bahkan
digaji dari uang pajak yang setiap bulannya dibayar oleh rakyat. Belum lagi
banyak juga anggota Dewan yang terlibat dalam kasus korupsi, entah berapa
banyak uang yang mereka ambil yang merupakan uang rakyat juga. Para koruptor
yang telah menilap dan merugikan uang negara masih bisa tersenyum ketika para
wartawan dari berbagai stasiun televisi menyorot wajahnya. Namun mereka tidak
merasa malu disaksikan jutaan orang atas tindakan mereka, mulai dari Dewan
Perwakilan Rakyat yang tidak berkonsentrasi dalam rapat sampai para terdakwa
koruptor yang bahkan tidak merasa bersalah dengan tindakannya. Di zaman seperti
ini, istilah malu mungkin hanya slogan. Orang-orang yang masih memiliki rasa
malu mungkin tidak banyak dan bisa dikatakan langka. Yang ada justru
sebaliknya. Yang dapat kita jumpai di hampir semua lapisan sosial baik
individu, keluarga, atau juga masyarakat. Rasa malu di negara kita ini
sepertinya sudah menurun, maka dari itu jangan buat rasa malu yang kita miliki
lebih menurun lagi karena kalau rasa malu itu sudah menurun lagi, itu akan
mengakibatkan kita tidak akan memiliki rasa malu sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar