Jumat, 01 Agustus 2014

PDKT gagal gara-gara LELE

Gue menghabiskan waktu gue buat nyelesaiin permak sandal gue. Heran juga yaa, serasa gue nggak punya kerjaan banget selain permak itu sandal. Yahh walau lagi nganggur bukan berarti gue nggak banyak kerjaan, banyak kok kerjaan menunggu gue setiap harinya. Terutama panggilan kerja dari kasur dan juga TV hehehehe. Jangan salah.... tidur itu juga merupakan pekerjaan yang sangat bermanfaat buat mempercantik diri. Seperti kata orang-orang yang katanya kecantikan sesungguhnya itu dilihat dari ketika seseorang baru bangun. Dan terbukti, itu tidak sepenuhnya benar :'( secara ketika gue bangun tidak nampak cantik, yang ada belek mata yang memaksa menampakkan keimutannya dan juga rambut yang udah pengen memperlihatkan ke-eksentrik-an-nya pengen banget meniru rambut raja dari para binatang. Iyaaa... ngembang sana sini, gue penasaran... apa para cicak yang jatuh kerambut itu bisa berhasil menyelamatkan dirinya?

Oke back to the last story, saat gue berutak-atik dengan pekerjaan itu datanglah kakak gue yang membawa seorang temannya yang dari belanda. Tenang... dia bukan kincir angin di amsterdam, dia hanya seorang wanita berbody besar. Terakhir kali gue melihatnya dia lebih gemuk dari ini, sepertinya dietnya berhasil. Nah berhubung ada seorang tamu dirumah gue, jadi harus dikasih makan. Kalo ada yang mau makan gratis dateng kerumah gue, dijamin ga ada makanan secara nyokap jarang banget masak buat makan malam. Nyokap lagi diet makan malam, anak-anaknya juga kena imbasnya.
Gue pergi buat beliin sebuah makanan yang layak makan untuk tamu istimewa ini, apa yang harus dibeli? Gue nggak kepikiran sama sekali, sedangkan suasana hari ini masih suasana sehabis lebaran. Adakah warung kaki lima yang buka? Nyokap yang cuma ngasih gue duit 10000 rupiah membuat gue bingung buat beliin makanan. Kesana kemari mencari warung akhirnya ditemukan sebuah warung penjual lalapan. Gue segera memesan 1porsi lalapan lele.
"Buk.. lele 1 ya" kata gue
"Jangan dikasi buk" tiba2 satu suara pria muncul
Dengan perasaan kesel pengen nonjokin gue mandangin itu sumber suara dan berkata 'apa sih....' dan kata itu berhenti setelah melihat sosok pria itu.
"Ehh elo!" Kata gue dengan kaget.
Iyaa... itu cowok adalah cowok yang gue taksir hampir 4tahun tapi nggak pernah berani nunjukin kalo gue naksir dia karena kita seringan berantemnya.
Rencana untuk ambil kesempatan ini untuk ngobrol banyak sama doi gagal total. Kenapa?. Gue baru aja duduk sebelah dia dan berpikir untuk membuka obrolan lebih lanjut setelah basa basi tanya 'dari mana' . Belum juga 3menit gue duduk dan maunya ngobrol lagi ehh itu lele sudah menghampiri.
"Ini lelenya. Saya kasi duluan aja, ini punya ibuk itu tapi ibuknya lagi makan" kata si penjual sambil nunjuk seseorang.
Gue liat arah tunjukan si ibuk, hiiii itu ibuk-ibuk mandangin dengan tampang mau makan gue dan seolah berkata 'itu punya gue! Ambil aja kalo mau tapi lo harus cepet pergi sebelum gue makan lo'. Dengan cepat gue memberikan selembar 10rb an, setelah mengambil kembalian gue segera kabur tanpa pamit sama doi. Ahhh padahal itu kesempatan langka. Nahh kalo elo semua hampir mengalami hal serupa lbh baik jangan diterima itu makanan seberapa cepatnya si penjual ngasi elo. Demi cinta lo, lebih baik jangan diterima dehhh. Kecuali elo mau mati dimakan sama orang kelaparan yang msen dluan tapi diserobot sama elo. Budayakan antri.