Suara Hati Rakyat Bali (Menolak Rekalamasi Teluk Benoa)
Rencana gubernur bali yang membahas mengenai pembangunan yang melibatkan Teluk Benoa telah lama menyebar dikalangan masyarakat. Sebelumnya, rencana pembangunan jalan tol Bali Mandara yang berada di atas laut sempat membuat masyarakat marah. Menurut beberapa orang pembangunan jalan tol ini sangat merusak alam. Terutama pohon2 bakau yang notabene sebagai pelindung dari bencana erosi. Pembangunan jalan tol ini mengundang banyak sekali pro dan kontra. Pihak pro menyebutkan bahwa 'tidak madalah ada pembanguna jalan tol tersebut asalkan masih tetap mempertahankan nuansa ke alam'an nya'. Ya... bali memang terkenal dengan adat istiadat serta alamnya yg masih jarang terjamah sehingg memberikan kesan khusus bagi para wisatawan. Hal ini pula yang membuat pihak kontra memberikan pendapatnya juga yang menyebutkan bahwa 'pembangunan jalan tol ini merusak alam dan bisa menelan keadat istiadatan di bali yang masih sangat tradisional,karena nuansa tradisional ini yang sanggup menarik minat wisatawan yang memiliki budaya yang berbeda dengan masyarakat bali'. Pemerintah dianggap menjual tanah bali kepada investor asing untuk keuntungan pribadi, memang mungkin akan bermanfaat kedepannya kepada masyarakat bali tetapi tidak seharusnya tanah bali di eksploitasi secara berlebihan yang bisa mengancam hilangnya nuansa tradisional dan ciri khusus bali.
Setelah proyek jalan tol bali mandara ini selesai, banyak masyarakat bali yang mengakui manfaatnya. Terutama orang-orang yang terbiasa bepergian jauh, sehingga terasa lebih cepat untuk sampai ketujuan serta mampu menghemat banyak waktu dibandingkan dengan menggunakan jalur biasa. Setelah dirasa proyek jalan tol bali mandara ini berhasil, sepertinya pihak pemerintah kembali membuat rencana pembangunan disekitaran jalan tol bali mandara ini, baik itu di samping jalan tol atau mungkin di bawah jalan tol dengan menimbun perairan dan membuat kembali daratan baru. Rencana pemerintah ini sedang dipermasalahkan kembali oleh masyarakat. Para mahasiswa juga tidak tinfgal diam mendengar hal tersebut. Banyak demonstrasi yang terjadi untuk menolak reklamasi di bali ini. Desas desus mengatakan bahwa pemerintah akan membangun Super BIG MALL, sebuah wahana hiburan indoor seperti TransStudio, circuit F1 dan juga sebuah hotel yang dikabarkan akan menjadi hotel terbesar di bali serta water sport seperti waterboom. Hal ini membuat masyarakat menyesalkan rencana pemerintah ini, karena dianggap pemerintah telah menjual tanah bali hanya untuk kepentingan daerah saja tanpa mempedulikan alam disekitarnya.
Sungguh disayangkan, Bali yang dikenal dengan kearifan lokalnya, alamnya dan juga tradisinya telah berubah menjadi tempat yang penuh sesak dengan pembangunan disana-sini yang tidak merata. Sungguh miris memang jika hal ini dibiarkan terus menerus tanpa memikirkan alam yang telah banyak memberikan tetapi kita manusia yang tidak pernah puas selalu mengeksploitasi kekayaan alam dengan berlebihan serta belum lagi disalah gunakan. Gerakan Tolak Reklamasi di bali telah banyak melakukan usahanya untuk memperingatkan pemerintah akan tindakannta yang tidak mempedulikan alam dan hanya berfokus pada pengembangan sektor pariwisata. Sepertinya menanjaknya angka para wisatawan ke bali membuat pemerintah besar kepala dan membuat banyak sarana2 wisata untuk memuaskan wisatawan tanpa menyadari pentingnya alam daripada sebatas memuaskan keinginan duniawi. Masyarakat Bali sangat berharap pemerintah mempwrtibangkan semua aspek tersebut juga, terutama hati rakyat. Masyarakat Bali juga berharap keputusan yang dibuat harus selalu terbuka karena menginagt pemerontah sekarang telah dipilih oleh rakyat untuk menyelamatkan rakyatnya bukan hanya untuk kepentingan pribadi, serta masyarakat Bali berharap suara hati merwka didengarkan oleh pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar