Bel
pintu berbunyi ketika Nicky menekan tombol bel,dan sosok wanita setengah baya
segera membukakan pintu.
“Rere!”seru mama Nicky
“Ayo masuk dulu” kata mama Nicky mempersilakan
“Apa kabar tante?” kata Rere setelah
dipersilakan duduk
“Baik, kamu gimana? Nicq.. bawain
kotak yang ada di kamar mama!” teriaknya pada Nicky.
“Baik
kok tante” kata Rere, ‘baik setelah ada Nicky, kalo nggak gue udah nggak tau
gimana jadinya’ batin Rere.
“Kotak yang mana ma?” balas Nicky
dengan teriak juga.
Rere
heran, ini rumah apa hutan? Penghuninya demen banget dah teriak-teriak.
“Yang ijo yang diatas meja deket
kasur” balas mama Nicky
Nicky
datang membawa sebuah kotak kecil ditangannya.
“Kasi Rere!”
Nicky
segera menyerahkan kotak itu dan duduk dekat Rere.
“Ini apa tante?”
“Kamu nanti dateng kan? Nanti dipake
ya itu, nanti kamu berangkat bareng Nicky aja, tante berangkat duluan sama
Nancy, soalnya mau kerumah temen dulu, Om juga langsung On the way dari kantor
ke Restoran.”
“Iya deh!” Kata Rere ikut aja
“Ya udah, Nicq kamu anter Rere sampe
depan rumah ya, mama mau mandi dulu”
Mereka
berjalan menuju pintu.
“Makasi ya” kata mereka berbarengan.
‘Kenapa harus barengan sih’ batin Rere.
“Eee... makasi ya lo udah banyak
bantu gue hari ini” kata Rere cepat, takut barengan lagi.
“Iya, gue juga makasi banget, elo
udah mau jalan bareng gue”
“Ya udah gue pamit ya!”
“Iya, ati-ati ya!”
“Iya” kata Rere dan beranjak pergi.
‘Ya ampun rumah sebelahan gini pake acara bilang ati-ati segala’ batin rere.
Baru saja ia selesai ngedumel ia segera tersandung batu,
“Gue kan udah bilang ati-ati
Re..”Teriak Nicky
“Iya-iya, udah deh ahh” kata Rere
malu sendiri.
Nicky
hanya tersenyum disertai geleng-geleng kepala ngeliat kelakuan Rere.
Matahari mulai tenggelam dan Rere
baru saja selesai mandi,tetapi handphonenya tiba-tiba saja berbunyi.
“Halo”
“Lo
udah selesai?” kata cowok diseberang sana
“Gue baru habis mandi”
“Tengok jendela!”suruh cowok itu
Rere
melihat sosok Nicky sedang duduk di pinggiran jendelanya dengan tenang.
“Ohh ternyata bener habis mandi”
“Lo kira gue boonk!”
“Hahahaha......” tawa Nicky
terdengar lepas tanpa beban
“Gue baru tau kamar elo disana!”
kata Rere tiba-tiba
“Iya gitu deh, udah cepetan! Gue
sejam lagi ke rumah lo”
“iya! Bawel!”
Rere
segera menutup telpon dan mulai berdandan.
“Keren juga tu anak, kemeja yang gue
beli ternyata jadi makin bagus dipake sama dia” gumam Rere sambil tersenyum
puas
Sejam kemudian Rere sudah selesai
berdandan dan mengenakan gaun orange yang dibeli tadi. Bener aja kulit Rere
jadi main kinclong gara-gara make gaun itu, ditambah lagi sendal hak bertali
berwarna sama dengan gaunnya, serta kalung bandul kupu-kupu kecil dengan
dihiasi permata. Kalung itu harganya lumayan mahal karena Rere pernah melihat
kalung ini di sebuah toko perhiasan besar di Jakarta Pusat. Permata pada kalung
itu adalah batu Ruby yang harganya mahal. Dan kalung itu hanya diproduksi satu
disetiap negara, jadi untung-untungan banget buat dapetinnya.
Rere turun menuju ruang tamu dan
menghampiri Nicky
“Yuk cus Nicq!” ajak Rere
Yang
diajak ngomong malah bengong menatap Rere, mungkin karena terpana dengan
penampilan Rere.
“Helo....” kata Rere sambil
menggoyang-goyangkan tangannya tepat didepan wajah Nicky.
“Eh.. iya! Yuk jalan!, Tante kita
pamit ya” kata Nicky pada mama Rere
“Iya, hati-hati ya”
Dibukakannya
pintu mobil oleh Nicky,bak para putri-putri raja.
“Makasi” kata Rere tanpa
menghilangkan senyum diwajahnya
“Ternyata gaun itu cocok banget kalo
elo yang make, untung gue bantu milihin
buat elo”
“Iya
gue emang syukur banget kalo elo yang bantu milihin, karena gue emang susah
banget milih”
Nicky
hanya tersenyum,karena dia sudah tahu semua itu, makanya dia bantu Rere buat
milih gaun.
Rere segera masuk kedalam mobil,dan
mereka duduk tenang didalam mobil dengan perasaan masing-masing. Suasana mobil
yang begitu hening membuat mereka merasa tidak nyaman,sehingga mereka
berinisiatif untuk menyalakan musik,dan tangan mereka pun bertaut. Selama
beberapa detik tak ada yang bergerak untuk melepaskannya. Tetapi tiba-tiba
handphone Nicky berbunyi sehingga mau tidak mau Nicky yang menarik tangannya
dari sana.
“Ya ma,?”sapa Nicky
“Iya ma ini lagi dijalan, oke,” kata
Nicky lagi dan menutup telponnya
“Kenapa Nicq?” tanya Rere
“Nggak Re.. ini mama nanya dimana.
Mungkin kelamaan” kata Nicky sambil tersenyum. Senyum yang jitu membuat wajah
Rere merah padam.
Mobil Nicky tetap melaju menyusuri
jalan dengan diterangi lampu-lampu yang menghiasi
sepanjang jalan. Mobil itu menepi serta mencari tempat parkir sebelum akhirnya
Nicky membukakan Rere pintu dan menggandengnya memasuki restoran. Sungguh bagai
pasangan kekasih. Mereka berjalan menuju sebuah meja dimana mama dan papa Nicky
telah menunggu.
“Maaf lama ya tante! Mungkin saya
kelamaan dandan jadi bikin tante sama om lama nunggunya” kata Rere
“Oalahh... nggak apa-apa kok Re...
ya udah ayo pesan makanan dulu! Nicq kamu mau makan apa? Rere gimana?”
“Chicken steak” kata mereka berbarengan.
Mama dan Papa Nicky kontan saja tertawa,yang ditertawakan hanya bisa tersipu
malu.
“Ya udah, mbak chicken steak 2, beef
steak 3, soda 5 ya!” kata Papa Nicky kepada sang pelayan.
Sambil menunggu pesanan mereka
datang,mereka mengisi waktu sambil mengobrol dengan gembira.
“Gimana
Re... enak makanannya?” tanya Papa Nicky
“Eh? Enak kok! Enak banget bahkan!”
sahut Rere asal
“Kalo gitu bawa pulang aja lagi ya,
dibungkus kasih papa mama kamu!”
Kena
deh Rere, yang awalnya cuma mau nyening jadi malah ngerepotin keluarga Nicky
seolah-olah Rere kurang makan apa ya. Pake acara disuruh bungkus segala. Rere
segera menoleh ke arah Nicky dengan harapan Nicky mau bantu buat nggak usah
bungkus segala,tapi apa reaksi Nicky, dia cuma senyum terus ngelanjutin makan.
‘Uhhhh Nicky nyebelin, kan nggak enak tau sama om tante’ rajuk Rere dalam hati.
‘ya udah lahh,,anggep rejeki aja.hehehe’. emang dasar Rere nggak mau Rugi.
Awalnya aja tuh yang belagak nggak mau tapi ujung-ujungnya ya seneng-seneng aja
tuh kayaknya, malah nerima dengan lapang pantat.
Setelah selesai makan mereka kembali
mengobrol tetapi tiba-tiba wajah Rere memucat dan tubuhnya mulai menegang.
Nicky yang melihatnya penasaran dengan apa yang membuat Rere menjadi begitu,
disenggolnya lengan Rere dan refleks Rere menoleh.
“Eh?”
“Kenapa Re?” Tanya Mama Nicky
melihat keanehan Rere
“Eh? Nggak tante. Tante udah malem
lebih baik kita pulang yuk!”
Papa
mama Nicky yang tidak mengerti ada apa dengan Rere hanya bisa manggut-manggut
setuju, lagi pula memang hari sudah semakin malam. Setelah membayar makanan
mereka, Nicky dan Rere mengantar kepergian Papa mama Nicky terlebih dahulu
sebelum mereka yang masuk mobil.
“Nancy...jagain mamanya yaa!
Hati-hati dijalan ya tante!” kata Rere dengan senyum.
Begitu
mobil Papa dan mama Nicky meninggalkan lapangan parkir rere kembali pucat dan
tubuhnya gemetar. Rere menoleh kiri kanan dan segera menggandeng tangan Nicky
menuju mobil.
“Pergi Nicq, cepetan!”seru rere
panik
“Emang lo kenapa sih Re?”tanya Nicky
khawatir
“Tancep gasnya cepetan nanti sambil
jalan gue ceritain”
Lalu
Nicky segera mengendarai mobilnya keluar dari Restoran itu.
“Ada
apa sih Re?” tanya Nicky tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan di depannya.
Lagi pula dari tadi tangan kirinya digenggam erat oleh Rere,dan Nicky merasakan
tubuh Rere dingin dan kaku. Setelah lama berdiam akhirnya Rere membuka
mulutnya.
“Andre dan temen-temennya ada disana
Nicq! Dan mereka mandangin kita terus. Gue takut Om sama tante kenapa-kenapa
makanya gue nyuruh mereka buru-buru pulang dan saat mereka keluar dari lapangan
parkir gue masih ngeliat mereka ada disana diseberang mobil lo. Dan gue tau
mereka masih ada dibelakang kita, dari tadi gue ngeliat spion dan mobil
dibelakang kita itu masih tetap disana.”
Nicky segera melihat spion mobilnya dan melihat sebuah mobil
avanza hitam yang memang dari tadi mengikuti mereka.
“Nicq, bukannya rumah kita itu
ngelewatin satu jalan yang daerahnya sepi kan?” tanya Rere mulai panik
“Iya emang kenapa?”
“Nggak ada jalan lain Nicq?”
“Ya nggak lah Re... emang kenapa
sih?” tanya Nicky yang ikut sedikit panik
“Kita jangan pulang dulu. Ikutin
arahan gue. Lo kendarain aja terus mobilnya”
Nicky
hanya manggut-manggut aja karena masih belum mengerti.
Arah jalan yang ditunjukkan Rere
menuju sebuah kantor polisi dan menitipkan mobilnya sementara disana. Kebetulan
salah seorang polisi disana adalah teman papa nya. Rere tahu walaupun dia
berdiam sementara di sana, Andre dan teman-temannya pasti akan tetap menunggu
di jalan sepi di dekat rumahnya. Jadi setidaknya Rere harus mencari jalan agar
ia bisa pulang dan mereka juga selamat. Ia ingat sebuah jalan yang dulu saat
dia kecil selalu digunakannya sebagai jalan tembus agar saat ia mau keluar
bersama teman-temannya ketika dipaksa mama papanya agar tidak keluar rumah,ia
masih tetap bisa keluar. Emang dasar anak bandel.
Rere menyetop sebuah taxi dan
menunjukkan alamatnya. Berhentilah ia disebuah jalan kecil pemukiman penduduk
yang biasanya dijadikan tempat kos-kosan anak-anak kuliahan yang pengiritan. Ditariknya
tangan Nicky sambil berlari-lari
menyusuri jalan kecil dan becek. Rere lupa kalau ia memakai sandal yang nggak
cocok
banget buat dipake lari sehingga ia keselimpet dan hampir terjatuh karena Nicq
segera menahan tubuhnya.
“Hati-hati Re..” kata Nicky yang
tampangnmya sedikit ngos-ngosan.
Rere
melirik kebelakang, dan ternyata ia salah. Mereka malah mengikuti Rere dan
mengejarnya. Nicky yang juga melihatnya segera menarik Rere kembali berlari,
dilepaskannya sandal itu dan di bawanya berlari. Rere segera menarik Nicky
untuk bersembunyi di balik semak-semak. Kepala Rere telungkup di dada Nicky,
mungkin dalam keadaan biasa ini romantis banget tapi dengan keadaan
dikejar-kejar gini nggak romantis sama sekali. Direngkuhnya kepala Rere lebih
erat ke dada Nicky, Rere bahkan dapat mendengar detak jantung Nicky yang
berdetak sangat cepat. Dilihatnya gerombolan orang itu telah pergi melewati
mereka. Rere segera menelepon rumahnya dan sangat kebetulan pembantunya yang
mengangkat sehingga ia tak perlu berurusan dengan mama papa nya. Rere segera
menyuruh pembantunya untuk mengambil kunci gembok gerbang kecil di belakang
rumah Rere dan membukanya. Saat pembantunya bertanya untuk apa ia hanya bilang
nanti Rere akan menceritakannya.
“Ayo Nicq kita udah nyampe, tinggal
masuk kesemak-semak itu.” Kata Rere sambil menunjuk sebuah semak-semak. Rere
berusaha berdiri tetapi tak bisa, dilihatnya kakinya terluka, Nicky yang juga
melihatnya segera menawarkan agar Rere mau digendongnya.
“Nanti baju lo kotor”kata Rere resah
“Masih bisa mikirin kotor disaat
begini?”
Rere
membalasnya dengan senyuman dan segera naik ke punggung Nicky.
“Gue baru tau elo saat kecil bandel
juga, dan berkat lo gue tau ternyata ada jalan tembus disini” kata Nicky sambil
tersenyum.
Sesampainya digerbang itu si Mbok
(panggillah begitu agar gampang di sebut) terkejut melihat dua orang didepannya
ini kotor penuh lumpur.
“walah non.. ada apa toh kok
begini?”
“stttt..... mbok kunci lagi
gerbangnya terus siapin coklat hangat buat kita berdua ya dikamar saya aja
mbok. Mama papa udah tidur kan?”kata Rere berbisik
“Udah non... ya udah mbok siapin ya”
balas si mbok dengan berbisik juga.
Mereka
lalu menuju kamar Rere dan sementara beristirahat disana.
“Nicq kalo elo mau ganti baju
sementara pake jaket gue dulu aja, kalo gue pinjemin lo baju gue yakin ngga
bakal muat, dan gue yakin elo juga nggak bakal mau makek nya.” Kata Rere
tersipu
“Ohh iya nggak apa-apa kok! Ya udah
gue ganti baju dulu”
Nicky
segera menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar Rere.
“Nicq” panggil Rere. Langkah Nicky
pun berhenti
“Kenapa?”
“Lo boleh mandi sekalian kok, badan
lo kotor, biar gue nyiapin baju lo sekalian.” Kata Rere masih dengan wajah agak
memerah.
Nicky
hanya membalas dengan senyuman. Padahal dalam hatinya kini jantungnya sedang
bergemuruh gerogi karena ia kini berada dalam kamar cewek yang ia sukai.
Nicky keluar dari kamar mandi dengan
rambut yang basah dan setengah tubuhnya terbalut handuk.
“Arghh..hmpp”teriak Rere lalu
membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.
Nicky
yang terkejut karena ia sadar bahwa ini kamar cewek,ia segera kembali kekamar
mandi dan menengok dari belakang pintu.
“Maaf Re, gue lupa ini kamar
cewek,dan gue kira elo nggak ada disini!”
“Huhh elo tuh yaa, untung gue nggak
teriak kenceng, kalo sampe kejadian seluruh penghuni rumah bisa bangun.” Kata
Rere lalu berjalan menuju kamar mandi dan menyerahkan jaketnya sambil tangannya
terus saja menutup matanya serta dengan wajah yang memerah. Nicky yang
melihatnya hanya tersenyum kecil dan segera memakai jaket serta training
olahraga yang memang kegedean buat dipakek Rere.
“Udah belom Nicq,gue buka mata ya!”
“Eitss belum!” kata Nicky berbohong,
padahal sedari tadi dia berada didepan Rere dan memandangi wajah Rere.
“Udah belum?”
“Belum”
“Lama banget! Gue buka mata ni ya!”
kata Rere sambil perlahan-lahan membuka matanya. Dilihatnya Nicky berada tepat
didepannya, Nyaris Rere kembali berteriak tetapi keburu Nicky membekap mulut
Rere.
“Sstttt” kata Nicky dengan
telunjuknya yang berada didepan bibirnya.
Sesaat
badan mereka sangatlah dekat tiada pembatas diantara mereka hanya ada mereka
berdua, hanya tubuh mereka. Entah siapa yang memulai, wajah mereka mulai
mendekat.
18 senti....
10 senti....
5 senti....
½ senti.....
“Non! Ini coklat hangatnya!”seru si
mbok dari luar pintu dan memecah kemesraan mereka. Tubuh mereka pun menjauh dan
sama-sama tersipu. Rere mendekati pintu dan membukanya. Ia pun mengambil coklat
panas di tangan si mbok.
“Makasih ya mbok!”
Si
mbok kembali berjalan menuju dapur setelah mengatakan bahwa ia mau
beristirahat.
Setelah meminum coklat panasnya
Nicky segera pamit untuk pulang kerumahnya. Sebelumnya Nicky sempat memberikan
senyum termanisnya dan mengucapkan selamat malam pada Rere. Malam semakin larut
dan mengundang para Remaja ini untuk memenuhi hasratnya agar segera tidur.
Rere berjalan menuju tempat
tidurnya, ia mencoba untuk tidur dan menghitung kucing melompat di atas selokan.
29 kucing melompat di atas selokan...
38 kucing melompat di atas selokan...
53 kucing melompat di atas selokan...
56............
pada hitungan ke 56 Rere pun tertidur
Tiba-tiba............
Ia
sudah masuk ke alam mimpi.
Pagi yang
cerah menyambut hari Rere untuk memulai hari ini dengan senyuman. Dan terbukti
hari ini Rere penuh dengan senyuman sejak Nicky membangunkannya dan berangkat
bareng dengannya. Seminggu telah berlalu dan tak ada lagi kejadian Andre
menguntitnya ataupun mengganggunya. Di sekolahpun Andre tak pernah menongolkan
batang hidungnya di depan Rere, yang Rere tahu ada gosip mengenai Andre yang di
Drop Out dari sekolah karena ketahuan memakai,dan ada juga gosip bahwa Andre
telah menghamili salah seorang cewek yang katanya datang mencarinya ke sekolah
saat hari dimana Rere tak sekolah karena keluarga Nicky dan keluarganya sedang
berlibur sehari ke puncak. Heran ya sempat-sempatnya gitu liburan! Ya mereka
memang berlibur sehari karena sekaligus merayakan ulang tahun Ayahnya. Dan
liburannya di puncak membuat mereka semakin dekat, khususnya Rere dan Nicky.
Kali ini mungkin perjodohan mereka akan sukses, tapi apa benar begitu? Ya
setidaknya 60% begitu karena perjodohan-perjodohan Nicky sebelumnya tak pernah
lancar, akibat Nicky yang selalu menolak apabila dijodohkan. Dan kali ini Nicky
malah menerima dengan tangan terbuka.
Suatu ketika Ayah Nicky bertanya pada anaknya ada apa sebenarnya
mengapa Nicky tiba-tiba mau saja dijodohkan saat ditawari perjodohan itu
beberapa bulan lalu, mungkin sekitar 8 bulan lalu. Setelah bertanya kepada
anaknya barulah ia tahu bahwa anaknya ini memang dari dulu menyukai gadis yang
akan dijodohkannya kepada anaknya. Mungkin kalian berpikir bahwa Nicky sengaja
menggunakan kesempatan ini untuk memenangkan hati Rere tapi itu salah besar.
Nicky malah berkata kepada Ayahnya bahwa jangan terlalu ikut campur dalam
masalahnya ini, ia ingin Ayahnya membiarkan saja keinginan Rere bagaimana,
apabila ia membalas cinta Nicky perjodohan ini akan sukses tetapi apabila
sebaliknya perjodohan ini jangan diteruskan. Ayahnya setuju saja karena sampai
saat ini pun hubungan mereka berdua semakin dekat. Ayah Nicky pun sempat
berbicara kepada Ayah Rere agar membiarkan anak-anaknya menemukan sendiri jalan
hidupnya dan tidak memaksakan kehendak untuk tetap menjodohkan apabilamereka
tidak saling menyukai. Ini kan bukan jaman Siti Nurbaya lagi.
“Re, pulang sekolah mampir bentar
ya! Gue mau liat-liat hadiah” kata Nicky saat tak sengaja bertemu di kantin dan
mengobrol.
“Emang mau ngapain Nicq?”
“Seminggu lagi ulang tahun
pernikahan papa mama” kata Nicky dengan sedikit tersipu.
“Oh... iya deh nanti gue beli hadiah
juga!” balas Rere dengan senyum juga.
“Makasih ya Re” kata Nicky akhirnya
dan meninggalkan Rere bersama dengan teman-temannya.
“Hayoooo.... gosip tu beneran ya Re?
Lo pacaran sama kak Nicky” kata Omi nyeplos.
“Iya Re.. beneran ya” tebak Jesica
“Walah kalian ini, emang ya, dasar
juragan gosip” kata Susi masih dengan medok jawanya.
“Husshhhh kalian ini, nggak lah
neng. Gue sama Nicky Cuma temen kok.”
“Saat ini, lain waktu ya lain” ucap
teman-temannya kompak
“Kompak ya lo semua kalo udah godain
gue. Bokap Nicky itu temen lama Bokap gue makanya gue setidaknya deket sama
dia”
“Ahhh Masak?” ucap teman-temannya
kompak lagi dan menatap Rere penuh arti.
“Huhhhh gendeng! Udah cepet pesen
makanan”kata Rere akhirnya
“Lo pesen apa Re?” tanya Omi
“Yah apa yang ada di baris menu
pertama aja. Udah tau gue ngga suka milih-milih”
“Masya’allah Re baris pertama itu
kan cuma ‘Nasi Putih’ lo mau makan nasi putih doang?” tanya Jesica
“Hufttt,, terus apaan dong” kata
Rere sambil masih menatap menu
Beberapa saat kemudian...........
Teeettt.... teeettt....
“Yah bel, elo sih Re kelamaan!”kata
Omi dengan muka kusut
“Elo sih udah tau gue nggak suka
milih, tetep aja disuruh! Kan gue jadi lama banget berpikir” kata Rere polos yang
mengundang tawa teman-temannya dan bergegas menuju kelas. Yah begitulah Rere,
seperti yang diketahui, Rere kalo udah dihadapkan dengan pilihan bisa lama
banget berpikirnya.
-Tamat-
"Akhirnya selesai juga,, terimakasih telah membaca sampai ke chapter terakhir ini, apabila ada kesalahan kata, kesamaan tempat dll. itu hanya kebetulan semata. dan mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan. Terima kasih "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar